ANAK GADIS PADA MASA ADOLESCENCE
1. Pengertian Remaja
Remaja dalam pengertian umum diartikan masa baliq atau
keterbukaan terhadap lawan jenis.
Poerwadarminta menyatakan remaja adalah:
a) Mulai dewasa:
sudah sampai umur untuk kimpoi,
b) Muda :
(tentang anak laki-laki dan perempuan) mulai muncul rasa cinta birahi meskipun
konsep ini kelihatan sederhana tetapi setidaknya menggambarkan sebagaian dari
pengertian remaja.
2. Ciri-Ciri Remaja
Menurut Gayo (1990: 638-639) ciri-ciri remaja usianya
berkisar 12-20 tahun yang dibagi dalam tiga fase yaitu:
a) Adolensi diri
b) adolensi menengah
c) adolensi akhir
Penjelasan ketiga fase ini sebagai berikut:
1). Adolensi dini
Fase ini berarti preokupasi seksual yang meninggi yang
tidak jarang menurunkan daya kreatif/ ketekunan, mulai renggang dengan orang
tuanya dan membentuk kelompok kawan atau sahabat karib, tinggah laku kurang
dapat dipertanggungjawabkan. Seperti perilaku di luar kebiasaan, delikuen,dan
maniakal atau defresif.
2) Adolensi menengah
|
Fase ini memiliki umum: Hubungan dengan kawan dari
lawan jenis mulai meningkat pentingnya, fantasi dan fanatisme terhadap berbagai
aliran, misalnya, mistik, musik, dan lain-lain. Menduduki tempat yang kuat
dalam perioritasnya, politik dan kebudayaan mulai menyita perhatiannya sehingga
kritik…..tidak jarang dilontarkan kepada keluarga dan masyarakat yang dianggap
salah dan tidak benar, seksualitas mulai tampak dalam ruang atau skala
identifikasi, dan desploritas lebih terarah untuk meminta bantuan.
3) Adolesensi akhir
Masa ini remaja mulai lebih luas, mantap, dewasa dalam
ruang lingkup penghayatannya .Ia lebih bersifat ‘menerima’dan ‘mengerti’
malahan sudah mulai menghargai sikap orang/pihak lain yang mungkin sebelumnya
ditolak. Memiliki karier tertentu dan sikap kedudukan, kultural, politik,
maupun etikanya lebih mendekati orang tuanya.Bila kondisinya kurang
menguntungkan, maka masa turut diperpanjang dengan konsekuensi imitasi, bosan,
dan merosot tahap kesulitan jiwanya.Memerlukan bimbingan dengan baik dan
bijaksana, dari orang-orang di sekitarnya.
1.Cinta Diri
Kata yang perlu di jelaskan dari kutipan di atas yaitu: cinta dan diri sediri.Cinta bermakna perasaan puas pada diri seseorang, sehingga sesuatu yang di cintai akan mendapat perlakuan yang istimewa dari orang yang di cintainya, mendapat penjagaan,di perlakukan secara istimewa, membayangkan keberadaannya. Semua hal yang di lakukan karena cinta adalah demi menjaga keberadaan dan rasa puas yang di miliki terhadap yang di cintai. Jika yang di cintai berupa barang,maka barang tersebut tidak akan pernah di rusakkan,cacat atau di rampas orang.Diri sendiri artinya bukan orang lain namun istilahnya yaitu “AKU”,meliputi tubuh dan batin, jadi mencintai diri sendiri adalah mencintai tubuh dan batin. Bagaimana seseorang mencintai dirinya maka ia akan merawat tubuhnya.
Cinta diri merupakan sumber pergeseran dan benturan sebanyak komponen yang ada pada manusia,cinta diri menciptakan tuntutan hasrat dan kebutuhan serta kebebasan yang meluas pada manusia.Ada dua kepentingan hidup yaitu kepentingan pribadi dan kepentingan umum.Berkorban demi kepentingan umum menjadi tidak berarti, karena naluri cinta dirinya tidak membiarkan kehilangan kesempurnaan sedikitpun dari dirinya.Berdasarkan cinta diri setiap manusia selalu mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
Kata yang perlu di jelaskan dari kutipan di atas yaitu: cinta dan diri sediri.Cinta bermakna perasaan puas pada diri seseorang, sehingga sesuatu yang di cintai akan mendapat perlakuan yang istimewa dari orang yang di cintainya, mendapat penjagaan,di perlakukan secara istimewa, membayangkan keberadaannya. Semua hal yang di lakukan karena cinta adalah demi menjaga keberadaan dan rasa puas yang di miliki terhadap yang di cintai. Jika yang di cintai berupa barang,maka barang tersebut tidak akan pernah di rusakkan,cacat atau di rampas orang.Diri sendiri artinya bukan orang lain namun istilahnya yaitu “AKU”,meliputi tubuh dan batin, jadi mencintai diri sendiri adalah mencintai tubuh dan batin. Bagaimana seseorang mencintai dirinya maka ia akan merawat tubuhnya.
Cinta diri merupakan sumber pergeseran dan benturan sebanyak komponen yang ada pada manusia,cinta diri menciptakan tuntutan hasrat dan kebutuhan serta kebebasan yang meluas pada manusia.Ada dua kepentingan hidup yaitu kepentingan pribadi dan kepentingan umum.Berkorban demi kepentingan umum menjadi tidak berarti, karena naluri cinta dirinya tidak membiarkan kehilangan kesempurnaan sedikitpun dari dirinya.Berdasarkan cinta diri setiap manusia selalu mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum.
Ada 2 jenis Cinta Diri:
A.cintadiripositif
-Terdiri dari,kecintaanmu pada dirimu,jelas melebihi kecintaanmu pada orang lain.
-Cinta pada diri sendiri dan orang lain dapat saling berdampingan
-Cintailah orang di sekelilingmu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri,menunjukan bahwa integritas keunikan diri serta cinta dan pengertian terhadap manusia lainya.
-Terdiri dari,kecintaanmu pada dirimu,jelas melebihi kecintaanmu pada orang lain.
-Cinta pada diri sendiri dan orang lain dapat saling berdampingan
-Cintailah orang di sekelilingmu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri,menunjukan bahwa integritas keunikan diri serta cinta dan pengertian terhadap manusia lainya.
B. Cinta diri negative
Di mana seseorang hanya mencintai dirinya
sendiri tanpa mementingkan kepentingan orang lain.Dan mementingkan kepentingan
dirinya tanpa mempertimbangakan orang lain di sekelilingnya.
2.Fantasisexual
Pada masa ini seseorang mulai merasakan cinta dan kasih saying satu sama lain,mempunyai perhatian yang lebih mengenai siapa dan bagaimana mereka(lawan jenis) di mata orang lain,mereka mulai merasakan ketertarikan secara sexual antara satu dengan yang lain.sehinga timbul yang di namakan rasa suka,ingin memiliki dan saling memuji.bagi remaja yang pola perkembanganya normal dalam arti dia menyadari setiap tahap perkembangan,maka tidak adanya hambatan dalam dirimya untuk melewati fase ini,akan tetapi apabila ada remaja yang memang tidak melewati fase ini maka akan terjadi keterbelakangan daya tarik atau ketertarikan dengan lawan jenis pada masanya.
Pada masa ini seseorang mulai merasakan cinta dan kasih saying satu sama lain,mempunyai perhatian yang lebih mengenai siapa dan bagaimana mereka(lawan jenis) di mata orang lain,mereka mulai merasakan ketertarikan secara sexual antara satu dengan yang lain.sehinga timbul yang di namakan rasa suka,ingin memiliki dan saling memuji.bagi remaja yang pola perkembanganya normal dalam arti dia menyadari setiap tahap perkembangan,maka tidak adanya hambatan dalam dirimya untuk melewati fase ini,akan tetapi apabila ada remaja yang memang tidak melewati fase ini maka akan terjadi keterbelakangan daya tarik atau ketertarikan dengan lawan jenis pada masanya.
3.MultiplePersonality
Kepribadian ganda (tidak hanya 2 kepribadian, bisa lebih dari 2) atau multiple personality.secara mudahnya bisa di katankan 2 atau lebih jiwa yang menghuni badan dan raga seseorang.ini merupakan salah satu bentuk kelainan jiwa,dalam pengertian umum kelainan jiwa tidak sama dengan sakit jiwa.sakit jiwa konotasinya seseorang yang kehilangan realitas hidupnya,tertawa sendiri,menagis,berhalusinasi.sedangkan kelainan jiwa lebih halus dari sakit jiwa,kelainan jiwa masi dalam tahap normal,tidak mengganggu dan biasanya tidak teridentifikasi bila tidak mengunakan alat tes psikologi.,contoh:rasa takut berlebihan,takut gelap,takut keramaian,takut laba-laba (secara berlebihan).Kelainan jiwa ini bisa bersifat keturunan atau juga pengaruh lingkungan biasanya karena obsesi yang mendalam atau tekanan jiwa/batin yang keras dan lama.penyebab terjadinya gangguan kepribadian majemuk di akibatkan oleh penyiksaan fisik yang di lakukan oleh ibu atau bapaknya sendiri.akan terjadi pribadi dominan bisa menyadari pribadi-pribadi lainya namun pribadi asli kadang tidak menyadarinya sama sekali.
Kepribadian ganda (tidak hanya 2 kepribadian, bisa lebih dari 2) atau multiple personality.secara mudahnya bisa di katankan 2 atau lebih jiwa yang menghuni badan dan raga seseorang.ini merupakan salah satu bentuk kelainan jiwa,dalam pengertian umum kelainan jiwa tidak sama dengan sakit jiwa.sakit jiwa konotasinya seseorang yang kehilangan realitas hidupnya,tertawa sendiri,menagis,berhalusinasi.sedangkan kelainan jiwa lebih halus dari sakit jiwa,kelainan jiwa masi dalam tahap normal,tidak mengganggu dan biasanya tidak teridentifikasi bila tidak mengunakan alat tes psikologi.,contoh:rasa takut berlebihan,takut gelap,takut keramaian,takut laba-laba (secara berlebihan).Kelainan jiwa ini bisa bersifat keturunan atau juga pengaruh lingkungan biasanya karena obsesi yang mendalam atau tekanan jiwa/batin yang keras dan lama.penyebab terjadinya gangguan kepribadian majemuk di akibatkan oleh penyiksaan fisik yang di lakukan oleh ibu atau bapaknya sendiri.akan terjadi pribadi dominan bisa menyadari pribadi-pribadi lainya namun pribadi asli kadang tidak menyadarinya sama sekali.
4. Sikap Bidan dalam menghadapi anak gadis dalam masa adolence
a) Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan masyarakat terhadap
kesehatan reproduksi remaja.
Masalah reproduksi dan kesehatan seksual remaja
merupakan masalah yang kontroversial di banyak kelompok masyarakat sehingga
membuat tindakan advokasi dan mendorong munculnya kesadaran akan masalah ini
menjadi lebih penting. Upaya-upaya advokasi dapat difokuskan pada membuat
perubahan di tingkat lokal, daerah atau nasional dengan menargetkan para stake
holder yang mempengaruhi penerimaan informasi dan pelayanan kesehatan
reproduksi bagi para remaja.
b) Komponen-komponen
program yang berhasil
Program-program kesehatan reproduksi untuk remaja
cenderung akan mencapai keberhasilan maksimal jika program-program tersebut:
1. Secara
akurat mengidentifikasi dan memahami kelompok yang akan dilayani.
2. Melibatkan
remaja dalam perancangna programnya.
3. Bekerja
sama dengan para pemuka masyarakat dan orang tua.
4. Melepaskan
hambatan-hambatan kebijakan dan mengubah pra anggapan para pemberi layanan
(provider).
5. Membantu
remaja melatih keterampilan interpersonal yang diperlukan untuk menghindari
risiko.
6. Menghubungkan
informasi dan saran dengan pelayanan
7. Memberikan
tokoh panutan (role model) yang membuat perilaku lebih aman menjadi perilaku
yang menarik.
8. Menginvestasikan
sumber danan dan waktu dalam kerangka yang cukup panjang.
c) Melibatkan kaum remaja dalam aktivitas yang bermakna
Pendidikan oleh teman sebaya dapat merupakan
pendekatan efektif untuk melibatkan para remaja. Para pendidik/edukator remaja
yang dilatih untuk membantu teman sebaya mereka dalam hal informasi dan
pelayanan kesehatan reproduksi menerima pelatihan khusus dalam pengambilan
keputusan, melakukan perujukan klien dan memberikan komoditas atau pelayanan.
d) Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja
Pendekatan ini mencakup memiliki petugas pelayanan
kesehatan yang dilatih dengan baik, termasuk bidan dan dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan khusus remaja secara biologis, psikologis dan kebutuhan
kesehatan remaja, memiliki rasa hormat terhadpa privasi remaja dan kerahasiaan
remaja sebagai klien, fasilitas yang dapat diakses dan lokasi yang nyaman,
pelayanan dengan harga yang masuk akal dan lingkungan yang aman dan nyaman bagi
populasi remaja, termasuk kelompok remaja pria dan wanita yang sudah menikah.
Untuk membuat pelayanan menjadi ramah dan nyaman, bidan harus mempertimbangkan
masukan-masukan para remaja terhadap komponen-komponen klinik seperti famplet
informasi dan gaya ruang tunggu. Pelayanan harus diberikan di tempat-tempat
remaja biasa berkumpul untuk belajar, bersosialisasi dan bekerja dan
kerahasiaan harus dipastikan. Sikap-sikap menghakimi dan kadang-kadang bahkan
kekerasan di pihak pemberi layanan dapat menciptakan hambatan kritis dan
bertahan lama terhadap pelayanan kesehatan reproduksi. Bidan yang bersikap
menghakimi dapat menghambat pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja.
e) Memberikan informasi dan pelayanan untuk para remaja
Remaja memerlukan informasi yang sesuai dengan usianya
mengenai perkembangan fisik dan emosional, risiko-risiko potensial dari
kegiatan seksual yang tidak terlindung, kekerasan substansial, bagaimana
mengakses pelayanan kesehatan dan kesempatan-kesempatan pendidikan, kerja dan
rekreasi. Bidan sebagai penyedia layanan dapat melakukan hubungan interaktif
dengan klien remaja dengan melakukan komunikasi interpersonal. Media massa
hiburan (radio, televisi, musik, video, fil, buku komik) dapat menjadi cara
yang efektif dari segi biaya untuk mengomun ikasikan pesan-pesan yang dpat
mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku.
f) Kontrasepsi bagi remaja
Para remaja memiliki hak untuk memperoleh informasi
yang jelas dan akurat mengenai kontrasepsi termasuk pemakain yang benar, efek
samping, dan bagaimana menjangkau petugas pelayanan kesehatan untuk menjawab
kekhawatiran mereka. Bidan mempunyai peranan yang sangat besar dalam memberikan
informasi tersebut serta konseling yang sesuai sangat penting untuk membantu
remaja menangani atau menyisihkan potensi efek samping. Konseling harus
mengungkapkan aspek pencegahan kehamilan sekaligus perlindungan terhadap PMS
(penyakit menular seksual).
g) HIV dan PMS di kalangan Remaja
Menurut WHO, 333 juta kasus baru PMS terjadi di
seluruh dunia setiap tahun dan setidaknya 111 juta dari kasus ini terjadi pada
mereka yang berusia di bawah 25 tahun. Hampir setengah dari infeksi HIV secara
keseluruhan terjadi pada pria dan wanita yang berusia di bawah 25 tahun, dan di
banyak negara berkembang data menunjukkan bahwa sampai 60% dari semua infeksi
HIV baru terjadi pada kelompok usia antara 15 samapi 24 tahun. Infeksi di
kalangan perempuan melebihi infeksi di kalangan pria, rasio 2 berbanding 1.
Salah satu penelitian di Tanzania memperlihatkan bahwa perempuan muda memiliki
kemungkinan untuk terinfeksi HIV lebih dari empat kali dibandingkan pria muda,
meskipun para perempuan lebih tidak berpengalama seksual dan memiliki pasangan
seksual yang lebih sedikit dibanding pria sebayanya.
h) Kehamilan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan
Banyak remaja aktif secara seksual ( meskipun bukan
pilihan mereka sendiri. Setiap tahun sekitar 15 juta remaja melahirkan anak.
Proses persalinan selalu memiliki potensi risiko-risiko kesehtan, tapi risiko
persalinan lebih besar pada perempuan berusia di bawah 17 tahun. Remaja dengan
usia ini lebih mudah mengalami komplikasi dalam persalinan. Perempuan muda
seringkali memiliki pengetahuan terbatas atau kurang percaya diri untuk
mengakses pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan pelayanan prenatal yang
terbatas berperan penting terhadap terjadinya komplikasi. Peran bidan dalam
asuhan prenatal sangat dibutuhkan, sehingga menimbulkan kepercayaan diri
remaja. Aborsi yang tidak aman menempati proporsi tinggi dalam kematian ibu di
antara para remaja.
i) Pendidikan seks berbasis sekolah
Evaluasi yang dilakukan di antara para kawula muda di
negara-negara berkembang dan negara-negara maju telah memperlihatkan bahwa
pendidikan seks berbasis sekolah dapat membantu menunda hubungan seksual
pertama para remaja yang belum aktif secara seksual. Untuk para remaja yang aktif
secara seksual, pendidikan seksual dapat mendorong pemakaian kontrasepsi dan
perlindungan PMS yang benar dan konsisten.
j) Masalah Gender Spesifik
Generasi muda, terutama anak perempuan rentan terhadap
kekerasan seksual, hubungan seksual yang dipaksakan dan hubungan dengan
kekuatan yang tidak seimbang. Beberapa budaya, perilaku pria berisiko
ditoleransi dan kadang-kadang didukung. Karena sikap-sikap gender ini telah
terbukti tidak dapat dipisahkan dari dalam banyak upaya kesehatan reproduksi remaja,
program harus secara langsung mengkonfrontasi masalah hubungan gender yang
tidak setara. Program yang meminta para perempuan muda untuk mengambil
keputusan dan tindakan yang merupakan kontradiksi dari peran perempuan yang
diterima seperti menolak melakukan hubungan seksual atau berkeras akan
pemakaian kondom. Bidan harus membantu para perempuan muda tersebut membangun
keterampilan dan rasa percaya diri yang diperlukan untuk membantu mereka
membuat keputusan-keputusan.
k) Sikap bidan
kepada anak gadis untuk mengatasi yang percaya dirinya kurang
1. Menciptakan definisi diri positif.
Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk
mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana
menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:
Membuat
kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif
tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang
bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.
Belajar melihat
bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki
Membuka dialog
dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai
yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.
Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan
opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan
apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan
seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan
yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup
untuk membangun kepercayaan diri.
2. Memperjuangkan keinginan yang
positif
Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda
perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak
kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan.
Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke
arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau
keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu
ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara
melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti
prinsip ini.
3. Mengatasi masalah secara positif
Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti
kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa
kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede.
Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi
masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa
menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang
membuat kita seringkali bermasalah.
4. Memiliki dasar keputusan yang
positif.
Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan,
memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi
masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja
sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi,
Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu
ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta
selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya
menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya,
kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah
dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.
5. Memiliki model / teladan yang
positif
Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang
bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk
sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu
menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada
yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal:
a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan
b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain).
Buktikan! Selamat mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar